Sabda Katalog Yayasan Lembaga SABDA Pendidikan Elektronik Study Teologia Awam e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik
e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik
Home | Bahan | Seri

Nabi-nabi dalam Perjanjian Lama - Historika

Kategori: Sistematika | Biblika | Praktika | Historika


Kembali Ke Daftar Isi
Pelajaran 6 - Amos Nabi Sang Pemberita Keadilan

NABI-NABI DALAM PERJANJIAN LAMA

PELAJARAN 6 - AMOS - NABI SANG PEMBERITA KEADILAN

Bacaan Alkitab: Amos 5:1-27

Ayat Hafalan:

"Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan." Amos 5:14.

Kita tidak bisa mengerti tentang para nabi kecuali kita mengetahui sesuatu tentang keadaan politik dan keagamaan pada masa mereka. Amos memberitakan Firman Tuhan ketika keadaan sosial dan keagamaan di negaranya sangatlah buruk.

Dari tahun 805 Sebelum Masehi sampai 740 Sebelum Masehi bangsa Israel menikmati masa yang damai. Musuh-musuh negara saat itu, Assiria dan Siria, tidak cukup kuat untuk memberi masalah bagi mereka. Karena itu, masa itu adalah masa yang penuh dengan kemakmuran. Beberapa orang menikmati hidup yang berkelimpahan dan yang hanya memusatkan pada kesenangan. Urusan bisnis berjalan dengan baik dan hasil anggur sangat melimpah. Mereka menikmati pesta-pesta yang besar dengan musik yang meriah.

Kota-kota bertumbuh. Para pedagang mendapat keuntungan yang besar dan memiliki tanah yang luas sampai-sampai hanya beberapa orang saja yang memiliki sebagian besar tanah Israel. Selain daripada itu, dengan kemakmuran yang demikian besar, mereka menjadi sangat jahat. Kesengsaraan dan penderitaan sudah sangat biasa. Para pekerja yang miskin di ladang menderita karena perbuatan majikan mereka. Banyak pedagang yang tidak jujur. Masa itu adalah masa yang sangat buruk bagi umat Tuhan.

Jika dilihat dari luar, rakyat kelihatan sangat taat beragama. Banyak penduduk yang menghadiri acara-acara ibadah khusus. Mereka memuji Tuhan, memberikan persembahan, dan mengatur tugas-tugas keagamaan mereka sementara prakteknya hanya kosong belaka dan bukan berasal dari hati. Kehidupan mereka tidak berubah karena mereka berdoa atau pergi ke gereja. Pengkotbah-pengkotbah mereka sangat jahat. Para orang kaya yang memimpin ibadah hanya mementingkan diri sendiri dan tidak peduli akan penderitaan si miskin. Orang-orang ini tidak bisa melihat dosa dalam hati sendiri sebagaimana, Amos bisa melihatnya, karena mereka tidak mengenal Allah. Mereka mengabaikan kehendak Tuhan. Inilah keadaan pada saat Amos hidup dan memberitakan firman Tuhan.

AMOS - ORANG PILIHAN ALLAH

Amos adalah seorang pengkotbah dari desa yang sederhana yang meninggalkan tempat tinggalnya di Yehuda dan berjalan tiga puluh dua setengah kilometer ke Bethel untuk menyampaikan pesannya bagi para pemimpin Israel. Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa, tentang Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi. Berkatalah ia: "TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel."Amos 1:1-2

Amos berasal dari desa kecil yang bernama Tekoa. Desa ini terletak sekitar delapan belas kilometer di sebelah selatan Yerusalem. Laut Mati yang lebih rendah 4.000 kaki dan jauhnya sekitar dua puluh enam kilometer, dapat dilihat dari Tekoa. Tempat yang indah ini adalah tempat dimana Tuhan melatih nabi-Nya, Amos.

AMOS - PANGGILANNYA

Amos tidak masuk seminari untuk belajar berkhotbah. Dia, sama seperti pengkotbah yang sejati, menerima panggilan yang secara pribadi dari Allah untuk berkhotbah. Alkitab tidak menceritakan bagaimana Allah memanggil Amos masuk dalam pelayanan. Dia meninggalkan domba-dombanya yang digembalakan di padang belantara karena suatu keyakinan bahwa Allah menginginkan dia untuk memberitakan firman Tuhan kepada penduduk di Bethel. Tangan Tuhan atasnya. Dia tidak bisa menolak. Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel." Amos 7:14- 15.

AMOS - MISINYA

Amos diutus untuk memberitakan firman Tuhan di Betel, bukan di kota Yerusalem yang besar yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Allah menghendaki umat di Kerajaan Utara mendapatkan kata-kata peringatan yang keras. Betel adalah kota dimana Raja Yerobeam II beribadah. Allah mengutus Amos ke tempat dimana para pemimpin mengecewakan Dia dalam hal penyembahan yang sesungguhnya kepada Yehova. Allah mengutus Amos kepada orang-orang yang tidak merasa memerlukan pemberitaan firman Tuhan. Mereka tidak memiliki hati yang terbuka untuk mengerti pesan-pesan rohaninya. Memang, tugas Amos sangatlah sulit.

BEBERAPA PELAJARAN YANG PERLU DIINGAT DARI AMOS

  1. Allah bersifat menyeluruh (universil). Amos 9:2-4
    Amos menyadari bahwa Yehova bukan hanya Allah bagi bangsa Israel. Bagi Amos, Allah adalah penguasa langit dan bumi. Allah mempunyai kuasa yang sama untuk menghakimi bangsa-bangsa lain, seperti terhadap bangsa Israel. Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku:" Amos 1:3. Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Gaza bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom." Amos 1:6. Juga baca Amos 1:9-11 dan 13 dan Amos 2:1, 4 dan 6.

    Dia menggambarkan bahwa mustahil untuk bisa lepas dari pandangan mata Allah. Tak seorangpun yang bisa bersembunyi dari Allah yang universal

  2. Kesempatan membawa tanggung jawab.
    Hanya kamu yang kukenal dari segala kaum di muka bumi, sebab itu Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu.
    Amos 3:2.

    Amos membawa pesan yang khusus kepada Israel, umat pilihan Allah. Dia sudah memilih Israel untuk suatu pekerjaan yang khusus. Akan tetapi Israel sudah melupakan kehendak Allah. Amos mengajarkan kepada kita tentang maksud sejati mengapa Allah memanggil dan menyelamatkan kita hari ini. Menjadi "yang dipilih Allah" membawa tanggung jawab yang besar dan akan membawa hukuman yang pasti jika kita mengecewakan Allah.

    Tuhan Yesus mengajarkan kebenaran yang sama: "Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, daripadanya akan lebih banyak lagi dituntut." Lukas 12:48b.

    Sebagai orang-orang Kristen di Indonesia, kita memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberitakan kabar gembira tentang Yesus kepada mereka yang belum diselamatkan. Akankah kita tetap setia kepada kehendak Tuhan dalam hidup kita?

  3. Tuhan menuntut keadilan sosial Amos 5:14-15.
    Beberapa orang berkata bahwa agama Kristen hanya untuk kehidupan setelah kematian. Mereka berkata kekristenan tidak ada artinya untuk kehidupan yang sekarang ini. Amos membuatnya menjadi sangat jelas bahwa agama yang sesungguhnya dapat mengubah jalan kehidupan seseorang. Orang yang sungguh-sungguh menyembah Yehowah tidak memperlakukan teman-temannya dengan tidak adil. Orang Kristen harus mempraktekkan keadilan social dan kesamaan pada semua orang.

  4. Penyembahan yang sia-sia adalah penghinaan terhadap Tuhan. Amos 5:21-25.
    Amos adalah orang pilihan Tuhan yang agamanya benar-benar kuat. Dia menyembah Allah dengan segenap hatinya. Allah membenci kebiasaan orang Israel yang menyembah berhala. Mereka tidak menyembah Allah dengan segenap hati. Kita harus ingat bahwa kita tidak dapat menyenangkan hati Allah dengan semata-mata pergi ke gereja pada hari Minggu, dengan memberi persembahan atau dengan dibaptis. Kita harus ingat bahwa menyembah Allah adalah dengan segenap hati.

Kita harus memiliki kasih untuk Tuhan dan kita harus merelakan Tuhan mengubah hidup kita menurut kehendak- Nya.


Ke Atas


sabdaspace.org Tentang Kami | Kontak Kami | Bukutamu | Link |

Laporan Masalah/Saran | Disclaimer | Hak Cipta © 2005-2024 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmastersabda.org
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati