Sabda Katalog Yayasan Lembaga SABDA Pendidikan Elektronik Study Teologia Awam e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik
e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik
Home | Bahan | Seri

Siapakah Yesus - Historika

Kategori: Sistematika | Biblika | Praktika | Historika


Kembali Ke Daftar Isi
Pelajaran 9 - Yesus Adalah Penakluk Kematian

SIAPAKAH YESUS

Pelajaran 9 - YESUS ADALAH PENAKLUK KEMATIAN

Daftar Isi

Bacaan Alkitab

Pendahuluan

  1. Yesus Menunjukkan Kuasanya Atas Kematian Dengan Menghidupkan Beberapa Orang Yang Telah Mati
  2. Yesus Berjanji Bahwa Dia Akan Menaklukkan Kematian
  3. Yesus Benar-benar Mati
  4. Yesus Bangkit Dari Kematian Pada Hari Ketiga
  5. Makna; Kemenangan Yesus Atas Kematian

Doa

Bacaan Alkitab

Wahyu 1:18.

PENDAHULUAN

Sejak dari mulanya, manusia telah mengenal kematian sebagai musuh yang tidak dapat ditaklukkan. Manusia telah mencoba dengan banyak cara untuk meluputkan diri dari kematian tetapi selalu pada waktunya tiba, mereka mati dan ini berarti kematian menjadi pemenang.

Pada pelajaran ini Anda akan belajar tentang Yesus yang adalah penakluk kematian. Anda akan melihat bagaimana Yesus rela di hukum mati oleh orang-orang berdosa. Bagaimana Dia dikubur dan tiga hari kemudian, Dia bangkit dari kubur. Kemudian Anda akan mempelajari bagaimana kemenangan-Nya atas kematian tersebut dapat berarti bagi semua orang di setiap bangsa.

1. YESUS MENUNJUKKAN KUASANYA ATAS KEMATIAN DENGAN MENGHIDUPKAN BEBERAPA ORANG YANG TELAH MATI

Dalam pelajaran enam Anda telah belajar bahwa Yesus memiliki semua kuasa di surga dan di bumi. Salah satu kuasa yang ditunjukkan-Nya ialah menghidupkan tiga orang yang telah mati. Sekarang, renungkanlah kembali tentang kisah-kisah ini.

Dalam Matius 9:23-26 Anda telah belajar tentang seorang wanita muda yang mati. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih. Teman-temannya telah berkumpul di rumah orang tuanya sebagai tanda turut berdukacita. Ketika mengatakan pada mereka bahwa wanita muda itu tidak mati melainkan hanya sedang tidur, mereka menertawai-Nya. Karena mereka telah melihat jasad itu. Mereka tahu bahwa perempuan itu telah mati. Yesus masuk ke dalam ruangan tempat anak itu dibaringkan. Dia mengambilnya dan menghidupkan kembali. Sebagaimana kita membangunkan seorang anak yang sedang tidur, demikianlah Yesus mampu memanggil anak ini dari kematian.

Dalam Lukas 7:11-17 kita membaca kisah tentang pertemuan Yesus dengan serombongan orang yang akan menguburkan seorang laki- laki. Laki-laki tersebut adalah anak tunggal dari seorang janda. Ibu yang malang ini di tinggal sendirian. Yesus berbelas kasihan padanya. Yesus memerintahkan laki-laki yang mati itu bangkit, dan dia taat. Bayangkanlah keterkejutan dan sukacita yang dialami oleh orang-orang tersebut.

Dalam Yohanes 11:1-46 diceritakan tentang kematian Lazarus. Lazarus adalah salah satu teman Yesus. Maria dan Marta adalah saudara perempuan Lazarus. Mereka mengirim berita kepada Yesus ketika Lazarus masih sakit. Ketika Yesus sampai di rumah mereka, Lazarus sudah mati. Dia telah mati empat hari. Keluarganya dan teman-temannya telah menguburkannya. Yesus meminta mereka untuk menggulingkan batu dari gua itu. Kemudian memerintahkan Lazarus keluar. Sebagai jawaban suara Yesus, Lazarus berjalan keluar dari gua/kubur itu.

Yesus secara pasti membuktikan kuasa-Nya memberikan hidup kepada setiap orang yang telah bangkit dari kematian pada hari ketiga. Tetapi ini bukan ujian terbesar dari kuasa-Nya. Ujian terbesar yang akan datang ialah dapatkah Yesus sendiri, mati dan menaklukkan kematian?

2. YESUS BERJANJI BAHWA DIA AKAN MENAKLUKKAN KEMATIAN

Yesus tahu bahwa Dia akan di hukum mati jauh sebelum hal itu terjadi. Dia juga tahu bahwa Dia akan bangkit dari kematian pada hari ketiga. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid- Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga Matius 16:21. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea" Matius 26:32. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati Markus 9:9.

Yesus menceritakan hal-hal ini pada murid-murid-Nya sebelum semuanya terjadi. Dia memberitahukannya sehingga ketika Dia menggenapi janji-Nya dan bangkit dari kematian, murid-murid-Nya lebih percaya kepada-Nya. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Yohanes 14:29.

3. YESUS BENAR-BENAR MATI

Agar setiap orang sungguh-sungguh memahami tentang kemenangan Yesus atas kematian, kita harus memahami bahwa Yesus benar- benar mati. Dia tidak sekedar pingsan atau pura-pura seperti mati. Amatilah fakta-fakta berikut. Bacalah dengan teliti Lukas 23:32-56 dan Yohanes 19:16-42.

  1. Yesus mati dalam kerumunan banyak orang. Dia tidak mati ditempat tersembunyi yang hanya di hadiri orang tertentu saja. Tidak ada seorangpun yang tidak menyaksikan kematian-Nya tetapi hampir semua orang dari Yerusalem datang untuk mengamati Yesus mati di atas kayu salib. Tidak ada keragu-raguan dalam pikiran orang-orang tersebut. Mereka tahu bahwa Yesus telah mati di atas kayu salib.

  2. Ada tiga golongan yang benar-benar yakin bahwa Yesus sungguh mati. Pertama, para prajurit. Prajurit-prajurit ini terlatih untuk membunuh. Mereka mengetahui kematian Yesus sebab mereka melihatnya. Mereka tahu bahwa Yesus telah mati. Bahkan salah seorang dari prajurit-prajurit tetap menombak lambung Yesus. Ketika dia melakukan, darah dan air keluar. Ini menunjukkan bahwa Yesus sungguh- sungguh telah mati. Kedua, musuh-musuh Yesus juga ada di sana untuk meyakinkan bahwa Yesus telah mati. Mereka pasti tidak akan mengijinkan Yesus di ambil dari kayu salib jika mereka tidak pasti bahwa Yesus telah mati. Ketiga, di sana juga ada orang-orang yang mengasihi Yesus. Mereka juga yakin bahwa Yesus telah mati. Seandainya ketika mereka mempersiapkan penguburan-Nya dan tangan mereka merasakan adanya tanda-tanda kehidupan sekecil apapun pasti mereka tidak akan pernah mengubur-Nya. Tidak ada keraguan tentang fakta bahwa Yesus sungguh-sungguh telah mati.

4. YESUS BANGKIT DARI KEMATIAN PADA HARI KETIGA

Tapi semua usaha mereka sia-sia. Pada hari ketiga kuburan itu telah kosong. Yesus telah bangkit. Sesudah kebangkitan-Nya beberapa kali Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Mereka berbicara dengan-Nya. Mereka menyentuh-Nya dengan tangan mereka sendiri. Mereka tahu bahwa itu adalah Yesus dan Dia hidup dari antara orang mati. Yesus telah mati. Dia sudah di kubur. Dia telah menaklukkan kematian. Sekarang Dia hidup untuk selama-lamanya. Baca Lukas 24:1-53; Yohanes 20:1-31; Yohanes 21:1-25.

5. MAKNA; KEMENANGAN YESUS ATAS KEMATIAN

Ada dua hal yang ingin kita tekankan melalui pelajaran ini berkaitan dengan kebangkitan Yesus dari antara orang mati.

  1. Kebangkitan membuktikan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup. Kita membaca ini dalam Roma 1:4, "dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita."

  2. Yesus memiliki kuasa atas kematian dan membangkitkan semua orang dari kubur di hari terakhir. Penjelasan lebih rinci tentang yang akan terjadi pada waktu kebangkitan itu akan ditemukan dalam pelajaran selanjutnya. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara- Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum Yohanes 5:28-29.

Kita harus bergembira karena kita bisa menyembah dan melayani Juruselamat yang adalah penakluk kematian. Dia dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita, membangkitkan kita dari kematian, dan mengangkat kita untuk hidup bersama-Nya selama-lamanya. Kita seharusnya mempelajari berita ini dengan baik dan membagikan berita ini kepada orang yang belum mendengar atau kepada orang yang belum mengerti.


Ke Atas


sabdaspace.org Tentang Kami | Kontak Kami | Bukutamu | Link |

Laporan Masalah/Saran | Disclaimer | Hak Cipta 2005-2018 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmastersabda.org
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati