Sabda Katalog Yayasan Lembaga SABDA Pendidikan Elektronik Study Teologia Awam e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik
e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik
Home | Bahan | Seri

Rencana Allah yang Luar Biasa - Praktika

Kategori: Sistematika | Biblika | Praktika | Historika


Kembali Ke Daftar Isi
Pelajaran 4 - Rencana Allah Menyatakan Ketidakberdayaan Manusia Untuk Menyelamatkan Diri Mereka Sendiri

RENCANA ALLAH YANG LUAR BIASA

PELAJARAN 4 - RENCANA ALLAH MENYATAKAN KETIDAKBERDAYAAN MANUSIA UNTUK MENYELAMATKAN DIRI MEREKA SENDIRI

Ayat Hafalan:

"Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus." Titus 3:5.

Dalam pelajaran ini kita akan belajar apa yang dikatakan Firman Tuhan tentang ketidakberdayaan manusia tanpa Yesus Kristus. Banyak orang terhilang mempunyai pemikiran yang aneh bahwa mereka dapat menyelamatkan diri dengan usaha mereka sendiri. Mereka sepertinya ingin untuk membuat beberapa rencana yang lain dari apa yang sudah Allah rencanakan bagi kita. "Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah." Roma 10:3.

DUA HAL YANG PENTING MENGENAI KETIDAKBERDAYAAN MANUSIA

  1. Mentaati hukum Allah tidak dapat menyelamatkan seseorang
    Tak seorangpun, kecuali Yesus Kristus, yang dapat mentaati hukum Allah dengan sempurna. Kita akan melihat dalam beberapa alasan berikut ini mengapa manusia tidak bisa menerima keselamatan hanya dengan mentaati hukum Allah:

    • Yesus adalah satu-satunya manusia yang dapat mentaati hukum Allah dengan sempurna.

    • Firman Tuhan mengatakan bahwa kita semua telah berbuat dosa. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, Roma 3:23

    • Mengatakan bahwa kita tidak pernah berbuat dosa adalah sama dengan mengatakan bahwa Allah adalah pendusta. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan Firman-Nya tidak ada di dalam kita. 1Yohanes 1:10.

    • Tak seorangpun yang dapat menerima keselamatan dengan mentaati hukum Taurat saja. Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. Roma 3:20.

    • Iman dalam Kristus merupakan jawaban. Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." Galatia 3:11.

    • Tugas dari hukum Taurat adalah membawa kita kepada Kristus supaya kita dapat menerima keselamatan dari dosa-dosa kita dengan iman. Galatia 3:22-24.

  2. Melakukan pekerjaan yang baik tidak dapat menyelamatkan seseorang.
    Beberapa orang berpikir bahwa mereka dapat keluar dan melakukan beberapa perbuatan baik bagi orang- orang dan Allah akan menyelamatkan mereka karena perbuatan baik mereka tersebut. Tidak salah melakukan perbuatan yang baik bagi orang lain, tetapi kita harus mempelajari bahwa keselamatan tidak datang dengan cara seperti ini. Alkitab sangat jelas dalam hal ini. Perhatikan bahwa ayat-ayat diatas mengatakan bahwa manusia diselamatkan karena anugerah. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri Efesus 2:8-9. Anugerah berarti kemurahan yang Allah berikan bagi mereka yang mau menerimanya. Anugerah dari Tuhan bersifat cuma-cuma. Menerima dengan iman kasih karunia Tuhan melalui anak-Nya Yesus Kristus adalah cara kita menerima keselamatan. Memang benar bahwa kita harus menerima karunia ini. Karena anugerah Tuhan adalah cuma-cuma bagi semua orang, kita tidak bisa bekerja atau membeli untuk mendapatkannya.

    Pekerjaan atau hal-hal baik yang kita lakukan tidak bisa menyelamatkan diri kita. Hanya dengan meninggalkan hal-hal yang buruk dalam hidup seseorang tidak dapat menyelamatkan orang itu. Seseorang tidak bisa mengatakan, "Lihatlah aku. Aku seorang yang baik; karena itu, aku layak menerima hidup yang kekal."

    Seandainya mungkin bagi manusia untuk menjadi baik dengan perbuatan mereka sendiri, maka tidak beralasan Yesus mati di kayu salib untuk dosa-dosa seluruh dunia.

BAGAIMANA HUBUNGAN PERBUATAN BAIK DAN ANUGERAH

Pertama-tama kali, dengan menerima Yesus Kristus melalui iman kita menjadi anak-anak Allah. Kedua, sekali kita menjadi anak-anak Allah yang sungguh-sungguh dan mengijinkan Dia untuk mengarahkan hidup kita, maka perbuatan-perbuatan yang baik (perbuatan- perbuatan keKristenan) akan mengikuti dengan sendirinya. Perbuatan- perbuatan baik muncul dan bertumbuh karena pengalaman kita dalam menerima anugerah. Kita melakukan perbuatan yang baik karena kita adalah orang Kristen. Jadi, kita melihat mereka yang sudah menerima keselamatan karena anugerah melakukan perbuatan baik untuk Tuhan. Sekarang, kalau seandainya Anda bertanya kepada orang-orang percaya tentang keselamatan mereka, mereka tidak akan mengatakan bahwa mereka telah menerima keselamatan karena telah melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. Mereka akan mengatakan bahwa mereka menerima keselamatan karena anugerah Tuhan. Juga Allah yang sumber anugerah ini akan memimpin hidup mereka untuk melayani Dia.

MENGAPA TIDAK MUNGKIN BAGI SESEORANG UNTUK MENYELAMATKAN DIRINYA SENDIRI

  1. Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri karena ia telah melanggar hukum Allah, dan dia tidak dapat memohon pemulihan pada Tuhan akan dosa-dosanya.

    • Karena dosa tidak dapat memperbaiki hukum Allah. Penyesalan, bagaimanapun dalam dan tulusnya, tidak dapat memperbaiki kesalahan di masa lalu, tidak dapat memperbaiki hukum Allah yang telah dilanggar. Kebenaran dari hal ini adalah bahwa hukum yang telah dilanggar itu menuntut agar orang tersebut harus menerima hukuman. Manusia telah melanggar hukum Allah dengan dosa, dan seseorang harus membayar hutang tersebut.

    • Mengubah keseluruhan hidup seseorang tidak dapat membuang dosa yang sudah diperbuat. Kita mesti ingat bahwa hidup yang saleh untuk masa depan tidak akan menutupi dosa di masa lalu.

    Seandainya seseorang yang terhilang dapat berhenti berbuat dosa sama sekali dan hidup dalam kehidupan tanpa dosa dalam sisa hidupnya, dia tetap akan tetap hidup di neraka. Dia hanya bisa menutupi dosanya melalui darah Yesus Kristus.

    Bayangkan seandainya Anda sudah membeli pakaian di sebuah toko pakaian dengan cara kredit. Perhitungan menunjukkan bahwa Anda masih berhutang sebesar Rp.350.000, - pada si pemilik toko tersebut. Kemudian Anda memutuskan untuk tidak lagi membeli secara kredit dan akan membayar tunai untuk semua pembelian yang akan Anda lakukan selanjutnya. Lalu Anda menuju toko tersebut dan berkata pada si pemilik apa yang sudah Anda putuskan itu. Dia mungkin akan mengatakan bahwa Anda sudah memutuskan untuk melakukan hal yang baik. Tetapi, dia masih akan meminta Anda untuk membayar Rp. 350.000, - untuk pembelian pakaian yang lalu.

    Seseorang mesti membayar untuk dosa-dosa kita di masa lalu, supaya hutang kita lunas. Kita tidak bisa memutuskan bagi diri kita sendiri bahwa kita sekarang akan memulai hidup yang baik dan berharap dosa-dosa kita di masa lalu tidak lagi diperhatikan.

  2. Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri karena dia adalah makhluk yang secara alamiah sudah berdosa.
    Dia tidak memiliki kuasa untuk melakukan hal itu. "Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dipahami secara rohani." 1Korintus 2:14.

SEORANG MANUSIA YANG TERHILANG MEMERLUKAN HATI YANG BARU

Orang yang berdosa melakukan perbuatan-perbuatan yang jahat, memikirkan pikiran-pikiran yang jahat, pergi ke tempat- tempat yang tidak baik dan menolak Yesus Kristus karena dia memiliki hati yang jahat. Kebutuhannya yang sesungguhnya adalah hati baru yang bersih. "Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!" Mazmur 51:12.

HAL-HAL YANG TIDAK DAPAT MENGUBAH SIFAT MANUSIA

Tidak ada kebudayaan, penjernihan, pendidikan atau pengakuan terhadap suatu agama yang dapat mengubah sifat manusia.

APA YANG BISA MENGUBAH SIFAT MANUSIA?

Seorang manusia tidak dapat mengubah sifat sendiri. Dia harus dilahirkan kembali. Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Yohanes 3:3.

Kita mungkin bisa menyimpulkan bahwa seorang manusia tanpa Yesus bukan hanya dalam keadaan yang terhilang tetapi juga dalam keadaan yang tidak berdaya. Hanya melalui Yesus Kristus, manusia dapat menerima keselamatan dari keadaannya yang tersesat dan tak berdaya.


Ke Atas


sabdaspace.org Tentang Kami | Kontak Kami | Bukutamu | Link |

Laporan Masalah/Saran | Disclaimer | Hak Cipta 2005-2018 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmastersabda.org
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati