Sabda Katalog Yayasan Lembaga SABDA Pendidikan Elektronik Study Teologia Awam e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik
e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik e-Learning - Situs Sumber Bahan Pelajaran Kristen dan Pendidikan Elektronik
Home | Bahan | Seri

Pernikahan Kristen dan Kehidupan Keluarga - Praktika

Kategori: Sistematika | Biblika | Praktika | Historika


Kembali Ke Daftar Isi
Pelajaran 09 - Anak-Anak Dalam Keluarga Kristen

PERNIKAHAN KRISTEN DAN KEHIDUPAN KELUARGA

Pelajaran 09 - ANAK-ANAK DALAM KELUARGA KRISTEN

Daftar Isi

Bacaan Alkitab

Pendahuluan

  1. Ketaatan
  2. Kasih Allah Kepada Anak-anak
  3. Allah Ada Diatas Para Orang Tua
  4. Kita Anak-anak Menjadi Dewasa
  5. Ayat-ayat

Doa

Bacaan Alkitab

Efesus 6:1.

PENDAHULUAN

"Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia- nyiakan ajaran ibumu. Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu." Amsal 6:20-21. Allah memberikan kepada Musa sepuluh perintah, ya hanya sepuluh peraturan yang paling penting untuk menuntun hidup kita. Perintah yang kelima adalah, "Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu." Ulangan 5:16. Paulus menyebutkan perintah ini dengan suatu janji, Efesus 6:2.

1. KETAATAN

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Kolose 3:20. Alasan apa yang diberikan oleh Paulus agar mentaati orang tua dalam segala hal? Tulislah jawaban anda di bawah ini:

_____________________________________________________________________________________

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu - ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Efesus 6:1- 3. Paulus menuliskan ayat-ayat ini dalam sebuah surat ketika dia sudah tua dan ada di dalam penjara. Dia bukanlah seorang penjahat; dia salah satu murid daripada Tuhan Yesus yang sejati. Paulus melayani dengan nasihat-nasihat yang penuh kasih kepada semua orang. Dalam tes ini dia mengikutsertakan anak-anak dan orang tua. Bacalah Roma 1:30 dan 2Timotius 3:2. Apakah anda memperhatikan bahwa ketidaktaatan kepada orang tua adalah termasuk sebagai dosa yang paling jahat? Baik ayah maupun ibu keduanya harus dihormati.

2. KASIH ALLAH KEPADA ANAK-ANAK

Kasih Allah kepada anak-anak merupakan alasan yang utama mengapa Dia menekankan ketaatan kepada orang tua. Dia Firmankan untuk menghormati orang tua, "supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi." Efesus 6:3. Anak-anak tidak bisa secara alamiah mengetahui untuk "menolak yang jahat dan memilih yang baik." Mereka mesti bertumbuh dalam hikmat ini, mereka mesti diajarkan pengetahuan ini. Orang tua adalah guru kedua yang penting setelah Tuhan sendiri. Bacalah masa kecil Yesus dalam Lukas 2:41-51. Sebagai anak kecil, bagaimana Yesus melaksanakan perintah yang kelima? Tulislah jawaban anda dibawah ini:

_____________________________________________________________________________________

Efesus 5 berbicara tentang para istri yang harus merendahkan diri/taat kepada suami mereka. Dalam Efesus 6 suami dan istri sekarang disebut orang tua. Anak-anak hendaknya mentaati orang tua mereka. Tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa salah satu orang tua berhak atas penghormatan yang lebih besar dari yang lain.

3. ALLAH ADA DIATAS PARA ORANG TUA

Kisah Para Rasul 5:29 menunjukkan suatu masa dimana bukanlah sikap yang terbaik untuk mentaati orang tua kita. "Kita harus mentaati Allah lebih daripada manusia" Jika orang tua kita meminta agar kita berbuat yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, kita harus mentaati Allah. Allah berbicara kepada anak-anak, dan kehendak Allah harus menjadi yang pertama, bahkan sebelum kehendak orang tua. Samuel hanyalah seorang anak kecil ketika dengan cara yang ajaib Tuhan datang pada malam hari di tempat tidurnya dan berbicara kepadanya. Lihatlah dalam 1Samuel 3.

Bahkan ketika maksud untuk mentaati Tuhan bertentangan dengan kehendak orang tua kita tidak boleh begitu saja meremehkan keinginan orang tua kita. Kita harus berusaha sedemikian untuk mencapai suatu persetujuan. Kita tidak boleh marah terhadap mereka, atau membuat mereka marah. Kita hendaknya menunjukkan kepada mereka segala bentuk kasih dan penghormatan meskipun mereka menentang kehendak Tuhan.

Petrus mengingatkan kepada kita bahwa seorang Kristen harus rendah hati dalam semua hubungan. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang-orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. 1Petrus 5:5. Ketika kehendak orang tua bertentangan dengan perintah Tuhan, seorang Kristen memilih jalan Tuhan dengan kelembutan dan kerendahan hati.

4. KETIKA ANAK-ANAK MENJADI DEWASA

Orang dewasa pun harus terus menghormati orang tua mereka. Seorang anak yang telah dewasa mungkin hidup jauh dari orang tua dan harus membuat sebagian besar keputusan sendiri. Perpisahan ini dapat menyebabkan kekuatiran bagi orang tua mereka. Mereka mungkin akan merasa ditinggalkan atau bahkan ditolak kalau anak-anak mereka yang telah ‘modern’ tidak menjaga suatu hubungan yang dekat. Selalu ada perbedaan dalam tiap generasi dari umat manusia. Hal ini nyata khususnya di negara-negara dimana gaya hidup berubah dengan cepat. Anak-anak yang sudah dewasa perlu untuk menjaga hubungan yang dekat dengan orang tua mereka, untuk memberitahu mereka bahwa mereka masih dikasihi dan dihormati.

Usia tua sering membawa masalah yang memerlukan perhatian yang penuh kasih dari anak-anak yang sudah dewasa. Dalam Markus 7 Yesus menegur para pemimpin agama pada masa itu karena melaksanakan tradisi mereka namun tidak betul-betul memperhatikan kebutuhan orang tua dan menghormati mereka. Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia dalam rumahnya. Yohanes 19:25- 27 Ayat ini bilang bagaimana Yesus membuat suatu rencana untuk merawat ibunya bahkan ketika Dia hampir mati di atas kayu salib. Seperti Yesus yang menunjukkan penghormatan dan perhatian untuk ibunya selama hidupnya, orang-orang Kristen saat ini perlu memegang perintah Tuhan untuk menghormati orang tua mereka.

5. PASTIKAN ANDA SUDAH MEMBACA AYAT-AYAT ALKITAB BERIKUT INI

  • Efesus 6:1-3
  • Ulangan 5:16
  • 2Timotius 3:2
  • Lukas 2:41-51
  • 1Samuel 3
  • Yohanes 19:25-27
  • Amsal 6:20-21
  • Roma 1:30
  • Kolose 3:20
  • Kisah Para Rasul 5:29
  • 1Petrus 5:5

Ke Atas


sabdaspace.org Tentang Kami | Kontak Kami | Bukutamu | Link |

Laporan Masalah/Saran | Disclaimer | Hak Cipta © 2005-2018 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmastersabda.org
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati